(029)46103005
Buka 24 Jam
[email protected]
Facebook
TikTok
Instagram
YouTube
Hospital Logo
Rumah Sakit PKUMuhammadiyah Boja
Accreditation
Beranda
Tentang Kami
Sejarah RS PKU Muhammadiyah Boja
Layanan
Jadwal Dokter
Alur Pendaftaran Pelayanan
Info Kamar Rawat Inap
Tata Cara Registrasi Mobile JKN
Berita
Indikator Mutu
Karir
Hubungi Kami
Hubungi Kami
Hospital Logo
Accreditation

RS PKU Muhammadiyah Boja

Mari bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup bersama RS PKU Muhammadiyah Boja. Dapatkan informasi lengkap mengenai layanan dan program kesehatan kami di www.rspkuboja.com. Jangan ragu untuk berkonsultasi—kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati.

Telepon

(029)46103005

Email

[email protected]

Alamat

Salamsari, Kabupaten Kendal

Klik untuk buka Maps

Menu Utama

  • Beranda
  • Sejarah RS PKU Muhammadiyah Boja

Layanan Utama

  • Jadwal Dokter
  • Alur Pendaftaran Pelayanan
  • Info Kamar Rawat Inap
  • Tata Cara Registrasi Mobile JKN

Kategori Lainnya

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Indikator Mutu
  • Layanan
  • Berita

Ikuti Kami

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube
© 2026 RS PKU Muhammadiyah Boja. All rights reserved.
Kritik & Saran
Beranda
Berita
Muhasabah Menyambut Tahun Baru 1448 H: Menjadi Lebih Baik di Hadapan Allah
Berita

Muhasabah Menyambut Tahun Baru 1448 H: Menjadi Lebih Baik di Hadapan Allah

25/6/2026
380 views
budizul
25/6/2026
380 views
budizul

Tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Bagi seorang muslim, momentum ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri), menilai perjalanan hidup yang telah dilalui, serta menyusun langkah perbaikan untuk masa yang akan datang.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus selalu mengevaluasi dirinya, melihat apa yang telah dilakukan dan apa yang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd [13]: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari diri sendiri. Muhasabah menjadi langkah awal untuk melakukan perubahan tersebut.

Tujuan Muhasabah

1. Evaluasi Amal Sesuai Syariat

Muhasabah membantu kita menilai apakah amal ibadah dan aktivitas sehari-hari sudah sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. Sudahkah shalat kita lebih khusyuk? Sudahkah harta yang kita miliki digunakan pada jalan yang diridhai Allah? Dengan evaluasi yang jujur, kita dapat mengetahui kekurangan dan memperbaikinya.

2. Meningkatkan Kualitas Diri

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Muhasabah menjadi sarana untuk belajar dari masa lalu, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas diri. Kesalahan bukan untuk disesali tanpa akhir, tetapi dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali.

3. Membersihkan dan Memperbaiki Hati

Sering kali penyakit hati seperti riya, sombong, dengki, iri hati, dan prasangka buruk tumbuh tanpa disadari. Melalui muhasabah, kita dapat mengenali sifat-sifat buruk tersebut dan berusaha menghilangkannya agar hati menjadi lebih bersih dan dekat dengan Allah.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah

Muhasabah menyadarkan manusia akan keterbatasan dirinya. Kita menyadari bahwa banyak nikmat Allah yang belum disyukuri dan banyak dosa yang masih perlu diistighfari. Kesadaran ini akan mendorong kita untuk semakin bertobat, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dimensi Utama Sasaran Muhasabah

Allah SWT berfirman:

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (hubungan) dengan manusia."

(QS. Ali Imran [3]: 112)

Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan seorang muslim harus dibangun di atas dua hubungan utama, yaitu hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia.

1. Muhasabah Hubungan dengan Allah (Hablum Minallah)

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi."

(QS. Fathir [35]: 29)

Pertanyaan muhasabah yang dapat diajukan kepada diri sendiri:

Apakah kualitas shalat saya semakin baik?

Seberapa dekat hubungan saya dengan Al-Qur'an?

Apakah saya sudah menjaga keikhlasan dalam beribadah?

Sudahkah saya memperbanyak istighfar dan taubat?

2. Muhasabah Hubungan dengan Manusia (Hablum Minannas)

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

(HR. Ahmad dan Thabrani)

Pertanyaan muhasabah yang dapat direnungkan:

Apakah saya sudah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat?

Apakah saya masih menyimpan permusuhan, iri hati, atau kebencian kepada orang lain?

Sudahkah saya menjaga lisan dari menyakiti sesama?

Sudahkah saya membantu orang lain sesuai kemampuan yang Allah berikan?

Memasuki Tahun Baru 1448 H hendaknya tidak hanya dirayakan sebagai pergantian waktu, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Muhasabah akan membantu kita mengevaluasi amal, meningkatkan kualitas diri, membersihkan hati, dan semakin mendekat kepada Allah SWT.

Semoga tahun yang baru ini menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung."

Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga Allah membimbing setiap langkah kita menuju kebaikan dan keberkahan.

Bp. Wiji Ahmanto, S.Pd.

Kembali ke Berita